May 27, 2011

Beberapa jam yang lalu saya mendapat kabar mengenai puncak dari tugas akhir yang akan ditentukan pada hari Rabu, 1 Juni 2011. Kaget? So pasti. Tapi alhamdulillah belom tegang sekarang. Mata kriyep2, mules-mules itu pertanda stress secara tidak langsung sudah mulai terlihat.

Kurang lebih 4 tahun sudah saya melanglang buana dalam dunia perkuliahan, sedih, senang, suka, duka, manis, asem, asin, pait, dan apapun you name it. Cita-cita saya memang kuliah di kota Bandung lautan asmara ini, biar siapa tau bisa merasakan cinta di kota bunga. Yakalii hahaha... Kuliah di Bandung memang keinginan saya semenjak masih bocah yang suka naik kuda di belakang ITB. Emang ga salah pilihan saya, selain dingin Bandung itu dewa. Dewa makanan, dewa tempat jalan2, dan dewa murah.

Kos kosan merupakan plihan utama untuk menetap di kota Bandung. Saya sendiri tinggal di kos-kosan ini betul-betul dari awal masuk kuliah, sampai sekarang. Kosan saya tidak mewah, cuma keunggulanya di pinggir jalan dan pake air panas. Kosan saya cukup besar dengan bentuk U, ada 25 kamar, cewek semua, dan ada ruang tengahnya. Sirkulasi udara sangat lancar, sampai sesekali pernah ada badai yang menyapu bersih jemuran handuk dan pakaian dalam. Dilengkapi dapur, meja makan yang kira-kira 3 tahun lagi bakal rubuh, tv bersama, dan kursi kayu.

Selama ngekos, saya banyak bertemu dengan berbagai macam manusia dengan sifat yang cukup mengejutkan. Hahaha aneh sudah tidak tepat lagi kayanya.. Makanya, disini saya mau berbagi tentang tipe-tipe manusia yang biasaya lazim ditemukan di bangunan bernama kos-kosan.

1. Tipe Semau Gue
Tipe ini biasanya tipe yang paling dibenci sama penghuni lain, karena mengganggu eksistensi manusia-manusia lain. Tipe ini biasanya menjunjung prinsip semau gue, habis makan piring tidak dicuci, meja makan dibiarkan berantakan, keluar kosan pintu gerbang tidak dikunci seperti semula, dan memakan makanan milik orang lain di kulkas bersama. Pernah suatu cerita, tipe ini mencampur air bak mandi kosan dengan sabun, sepertinya dia bermaksut berendam dalam bak mandi... Tipe ini 85% akan ditemukan disuatu kos-kosan dengan penghuni yang banyak, modus operandinya sangat acak dan tidak mudah di terka.

Pernah saya mendapat cerita, tipe semau gue yang sampai dirajam masa secara langsung. Rajam kata-kata sih ga pake beling atau benda pecah belah lainya. Si mas semau gue ini ternyata sering kedapatan langsung melengos setelah BAB di toilet bersama. Sungguh saya juga tidak mengerti.. Padahal hanya segayung air, pisang goreng itu bisa langsung hanyut. Akhirnya si mas semau gue mendapat sangsi sosial dari penghuni lain berupa rajaman kata-kata dan tekanan kelompok yang membuat dia menyerah untuk mulai menyiram toilet setelah BAB.

2. Tipe Punyamu, punyaku. Punyaku boleh deh dipinjem kamu...

Tipe ini sering muncul di kosan kosan dengan tipe lemari masal, kulkas bersama atau kamar mandi masal. Landasan utama dari prinsip hidup tipe ini adalah solidaritas. Satu atap kita satu keluarga. Satu lemari milik bersama. Tipe ini suka memakai barang penghuni lain tanpa basa-basi. Bukan, mereka bukan klepto atau tukang nyolong. Mereka cuma hobi pinjem barang teman sejawat satu atap satu lemari. Tipe ini sering kali kena semprot sama teman sejawatnya karena kedapatan memakai barang milik temanya. Bedanya tipe ini dengan semau gue, tipe ini tidak apatis dan tidak pernah marah saat disemprot oleh teman sejawatnya. Kenapa ya? Mungkin karena prinsip solidaritas mereka...

3. Tipe Sleeping Beauty

Sleeping beauty adalah salah satu tokoh Disney dengan rambut panjang, cantik, dan tetap segar walau tertidur pulas menunggu pangeran. Sleeping beauty disini sangat kontradiktif dengan gambaran dari Walt Disney. Sleeping Beauty adalah para manusia yang hobi begadangan dan sleeping sampai siang. Tipe ini tidak segar walaupun sleeping sampai siang, dibawah mata mereka kebanyakan bertengger kantong mata seperti panda.

Tipe ini juga tidak menunggu dicium pangeran, mereka biasanya menunggu deadline pengumpulan tugas atau alarm kuliah yang seringkali di snooze kembali. Para sleeping beauty biasanya bangun siang karena begadang sampai pagi, dan terdiri dari mahasiswa tingkat atas yang kuliahnya sudah jarang-jarang. Main game, ngerjain tugas, skripsian, chatting, apapun menjadi kegiatan mereka diwaktu begadang.

4. Tukang Download

Dilema kos-kosan dengan fasilitas internet mulai dari hadirnya si tukang downlad. Mereka sebenernya anak baik-baik, cuma hobi nyedot bandwidth pake torrent atau IDM aja kok. Tipe ini seringkali ditemukan pada kos campur atau laki-laki, tapi karena adanya emansipasi wanita. Para wanita jaman sekarang mulai mahir menggunakan alat sedot dunia maya.

Pada dasarnya provider internet di Bandung memang sudah tidak ada yang bisa dipercaya seperti buaya. Tapi, tipe ini masih sering jadi penyebab kenapa internet di kosan sering lambat atau bahkan mati-nyala. Di beberapa kos-kosan cowok, tipe ini sering mendapat peringatan keras dari sang moderator internet berupa peringatan tertulis sampai semprotan kata-kata.

5. Tipe Malu-Malu Kucing (MMK)

Tipe ini beda tipis dengan mahluk anti sosial. Anti sosial sendiri bisa didefinisikan sebagai enggan untuk berinteraksi. Kenapa saya menggunakan MMK? Mungkin karena saya mendefinisikan tipe ini sebenarnya tidak enggan untuk berinteraksi, dia hanya pemalu. Tipe ini banyak menghabiskan waktunya dengan dirinya sendiri, di dalam kamar bersama tv dan laptop. Tipe ini tidak menolak untuk diajak berinteraksi, hanya saja respon mereka sangat minim dan disertai lemparan senyum manis.

Menurut kajian saya (eaaa), tipe ini sebenarnya tidak tau harus bersikap seperti apa dan mereka sangat pemalu seperti kucing untuk bertanya, dan karena mereka tidak tahu, jadi mereka enggan untuk berinteraksi.. Mungkin namanya harus agak dimodifikasi sedikit, Tipe Malu-Malu Kuncing yang Malas Berinteraksi..

6. Tipe Misterius

Seperti pengalaman saya, tipe ini tipe yang paling tidak diinginkan keberadaanya di dalam suatu kosan. Mereka minim bicara, ditambah gerak gerik yang mencurigakan. Tatapan serial killer membuat suasana kosan menjadi teror. Suatu hari pernah mahluk seperti ini hinggap di kosan saya, dan kebetulan tinggal disebelah kamar saya. Keanehan mulai dirasakan para penghuni kosan pada saat mereka mencoba berbasa-basi dengan anak ini.

Pertanyaan seperti "Jurusan apa" dan "Angkatan berapa" dijawab "Rahasia" dengan nada dingin dan tatapan serial killer. (Bayangkan tatapan Hannibal atau Dexter...) Keanehan berlanjut saat si misterius mulai menuduh beberapa anak kosan "benci denganya" sampai menggambil piringnya. Puncak dari suasana mencekam yaitu pada saat anak-anak kosan lagi bergosip mengenai keanehan si misterius. Salah satu dari mereka berimajinasi dan nyeletuk "mungkin dia ada di depan pintu nih!" sambil membuka pintu kamar. JENG-JENG. Hei-hei siapa dia yang berdiri di depan kamar...................

7. Tipe Irit

Anak kosan identik dengan hidup pas-pasan. Bersenang-senang dahulu bersakit-sakit kemudian peribahasa yang sangat cocok untuk mereka yang gegabah dengan uang bulanan. Irit, hemat, pelit, dan pailit, masih berada dalam rumpun yang sama. Tipe ini sangat mengatur cash flow uang bulananya. Entah karena gegabah atau mereka memang disiplin. Tipe ini menghitung hutang dari ribuan lecek sampai recehan koin.

Tipe ini sering juga dapet semprot karena terlalu pandai menghitung, menghitung uang delivery yang hanya seribu, menghitung sudah berjalan ke depan bukain pintu, menghitung pulsa yang dipakai untuk menelfon tukang aqua, menghitung tung tung dan tung. Namun tipe ini bukan tipe yang sering menjadi biang kerok atau sasaran semprot di suatu kosan, mereka hanya bumbu-bumbu kecil yang menjadi bahan ledekan atau makian lucu.

8. Tipe Kuda Lepas dari Kandang

Kita pasti semua pernah jadi ABG, masa bodoh-bodoh lucu dengan kebodohan-kebodohan selangit merupakan masa penentu masa depan kita pada saat kuliah. Mereka yang dikekang oleh orang tua pada jaman ABG kebanyakan merasa mendapatkan ultimate freedom pada saat jauh dari orang tua. Tipe Kuda Lepas dari Kandang (KLTD) sering menjadi pusat perhatian di suatu kosan. Mereka masih muda, imut-imut gegabah.

Mereka sering menjadi pertunjukan karena gayanya atau fenomenanya yang mengejutkan. Pernah suatu hari tipe KLTD ini memakai dress tutu lengkap jam 11 malam dan minta diantar ke rumah sakit untuk check up. Sungguh aneh tapi nyata... Peristiwa mau bunuh diri karena putus sama pacar menjadi salah satu pertunjukan yang disuguhkan oleh tipe ABG ini.

9. Tipe Loyal

Tipe ini seperti penyeimbang dalam suatu kosan, dari segala keanehan penghuninya tipe ini hadir seperti yin dan yang. Si loyal merupakan manusia-manusia yang hobi mentraktir atau memberikan makanan dengan cuma-cuma. Mungkin bukan karena mereka banyak uang dan mau berzakat, tapi mereka memang baik hati. Tipe ini sering menjadi penyelamat mereka yang gegabah dan menderita pada akhir bulan karena sudah pailit.


Apr 29, 2011

tokecang


Setelah seharian mengerjakan skripsi, literally benar-benar seharian, saya merasa ingin menulis yang lain selain skripsi. Minimnya tidur tadi malam, (cuman sejam) membuat kinerja otak saya seminim pakaian di departemen store bagian dress wanita. Salah-salah typo sering terjadi, tapi kali ini salah tulis dengan makna yang sangat berbeda sungguh fatal akibatnya. Ingin rasa hati ini menuliskan "invasi israel memakan korban" tapi entah kenapa yang ditulis "investasi israel dalam makanan". ------_________--------

Kali ini sebagai pembukaan saya mau bercerita tentang kucing saya. Setiap malam kucing-kucing saya dibiasakan untuk pergi ketoilet sebelum tidur. Agar mereka disiplin dan tidak ber-toiet ria sembarangan di dalam rumah. Malam itu kucing-kucing saya sedang asyik duduk-duduk di taman dalam rumah setelah buang hajat di toilet. Angin sepoy-sepoy udara cerah.

Tiba-tiba sesosok kucing garong yang badanya besar, entah kenapa sukses masuk ke halaman dalam rumah saya. Entah bagaimana caranya. Ini peristiwa kedua kalinya setelah kucing garong (yang sama) itu masuk dan mengagetkan kucing saya yang sedang buang hajat di toiletnya. Alhasil kucing kecil saya yang kaget itu terjerembab dan jatuh menimpa kotoranya sendiri. Kasian...

Kedua kalinya si garong yang berhasil masuk itu sukses membuat kucing-kucing saya kaget (lagi) dan lari terbirit-birit masuk ke dalam rumah. Salah satu kucing saya sekarang sampai tidak mau keluar kamar karena takut.. (Moral dari cerita ini adalah hati-hati kucing garong bisa muncul darimana saja.)


Udang dibalik selimut

Ehem.. Kali ini, lagi-lagi saya terinspirasi dengan pembicaraan saya dan teman saya. (Halo yang disana?!) Saya tidak bermaksut membahas sesuatu yang galau, ini sebenernya ditulis berdasarkan logika (aszek). Sudahkah kalian merasa menemukan seseorang "the one" seperti yang dijadikan inspirasi membuat lagu oleh Maliq? Gila masih mudamudi kali bok udah "the one" aje... Hahaha anyway, saya sangat setuju dengan teman saya, bahwa mungkin disekitar kita tersebar orang-orang cantik dan ganteng yang berkeliaran tanpa pasangan. Tapi pada saat memilih pasangan, perasaan "nyaman" itu harus ada. Nyaman itu seperti lo duduk diatas sofa 20 juta atau selimutan pake selimut pesawat hihihi. Sebenernya buat saya sendiri, kriteria nyaman itu tidak ada. Nyaman itu akan muncul secara random, secara diam-diam tapi pasti. Saya sendiri juga tidak bisa memilih dan membuat rasa nyaman dengan sengaja dan ditujukan pada orang2 tertentu. Sekali lagi rasa itu sangat random...

Saya disini juga ga mau ngasi tips en trik biar bisa nyaman sama gebetan atau kecengan, cuma menurut saya, rasa nyaman itu muncul ketika kita mulai mengenal seseorang. Kenal dalam artian mulai mengenal secara lebih dekat. Bukan cuma sekedar sering stalking di facebook. Mahahaha... Ah sungguh berat rasanya mata ini, berat hati masih banyak yang harus dikerjakan. Seperti yang sekarang saya rasakan, rasa nyaman dengan pacar saya. Sudah lama rasanya saya menghabiskan waktu denganmu... Semoga hubungan kita bisa cepat berakhir dengan bahagia ya skripsi.......

Apr 27, 2011

Bieber Fever!

I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down
,
Syalalala.......


Saya bukan seorang maniak konser, hanya konser-konser tertentu yang pada akhirnya saya rela meluangkan waktu untuk berdesakan. Saya ga laper mata sama konser, bukan berarti lantaran penyanyi terkenal lantas saya pasti beli tiketnya.

Sejujur jujur kacang ijo, saya ini money oriented. Untuk saat ini, pada saat artis paling favorit saya manggung di kota tercinta dan tiket yang saya punya ditawar dengan harga yang menjulang tinggi, saya tanpa pikir 3x so pasti bakal merelekan untuk tidak menonton konser. Hihihihi....... Even money could buy the idea of singing along with the band.

Kenapa? Ya kenapa tidak. Justru saya heran sama orang yang rela menghabiskan 45 juta untuk menonton David Foster nyanyi selama 2 jam. Ga masuk akal..... Bahkan rasanya ini akan terus bertahan sampai saat nanti saya jadi orang sukses dengan strata gue-gak-tau-ini-uang-mau-diapain-lagi.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menyaksikan konser anak belum akil baligh aka Justin Bieber yang sempat heboh mengguncang dunia per-ABG-an di seluruh Indonesia. Bocah ini tidak hanya mengguncang anak ABG secara psikologis, tapi juga mengguncang dompet orang tua mereka. Mahal bok tiketnya............ Untuk dapat duduk di tempat yang cukup strategis paling tidak anda harus merelakan uang sebanyak satu juta rupiah.

Tentu saja disini saya tidak menzalimi idelisme saya sebagai money oriented, kebetulan saya mendapatkan tawaran untuk menjadi Usher acara ini. (Usher bukan penyanyi yang duet sama Justin Bieber ye). Bagi yang gatau Usher dan dikiranya saya jadi penyanyi, Usher itu panitia yang standby untuk nunjukin tempat duduk, toilet, dan pintu keluar buat para penonton. Pekerjaan ini sebetulnya sangat cocok untuk orang yang sedang butuh uang atau tidak ada kerjaan, karena pekerjaan ini tidak membutuhkan keterampilan khusus dan tidak memakan waktu yang lama.

Saya sendiri cukup menyukai lagu-lagu Justin Bieber, karena banyak diantaranya yang sangat easy listening. Saya sendiri memiliki taste yang cukup luas untuk urusan musik. So i don't mind with Bieber's songs. Satu hal sih buat yang tertarik menjadi Usher, sebaiknya makan yang banyak dan tidur cukup, karena disini yang dibutuhkan adalah tenaga. Entah seperti peribahasa tertimpa durian runtuh, saya ditempatkan tepat di depan panggung, dan bersama beberapa orang teman saya.

Senang sih senang.. Tapi saya lebih senang karena saya bisa nonton gratis + dibayar + ditempat dimana orang-orang membayar (katanya) 10 juta. Tempat saya bertugas itu adalah tempat untuk para undangan, VVIP. Dimana kalo dijual di pasaran, undangan itu harganya sampai 10 jutaan.

Sangat disayangkan beberapa manusia yang duduk disitu, yang disinyalir orang kaya, sikapnya ga kaya budiman. Disaat orang lain mau lewat, angkat kaki sebentar aja engga mau.. tsk tsk... Oke balik lagi. Muncul pertanyaan di otak saya dan teman-teman saya, disaat nanti kita semua sudah berkeluarga, sudah punya anak. Apa kita mau membiayai anak-anak kita untuk menonton idolanya? Justin-justin bieber lainya.

Saya pribadi sih ogah. Kalau dia memang benar-benar pengen nonton ya dia harus memakai uangnya sendiri. Nanti baru bakal kerasa, udah susah-susah nabung, kerja, eh cuma dipake nonton artis nyanyi doang. Pasti ga bakal jadi nonton.. Hahaha walaupun saat itu anak saya mohon-mohon dengan alasan "kapan lagi dia dateng ke Indonesia" (mudah-mudahan sih engga, soalnya kita nanti tinggal di luar negri sih, hahaha)




Nih bukti seberapa deketnya gua sama Justin Bieber. Nih! Nih!

jadi orang terkenal

Apa sih mimpi kamu?

Sore-sore yang lalu saya berbincang-bincang dengan teman saya melalui fasilitas smart phone yang serikali dimaki karena pesan yang disampaikan tidak sampai. Sejak kecil saya selalu ingin di-noticed sama orang. Seperti judul tulisan saya. Tapi engga kok, saya ga minta dibikinin video clip dengan lirik murahan "hari jumat" yang lagi terkenal di jejaring sosial. Saya ga kepengen jadi artis, saya cuma pengen dicari-cari sama orang terkenal. (NAHLO!)

Awalnya saya kurang paham dengan obsesi saya jadi temenya artis (re: bukan bagian yang numpang ngetop di wawancara sama infotainment ya). Saya ingin terkenal karena sesuatu hal yang saya hasilkan. Bukan jadi buronan atau nikahin anak pejabat kaya. Seperti yang saya bicarakan di tulisan sebelumnya, saya pengen berkecimpung dalam industri film Indonesia atau menjadi seperti Annie Leibovitz.

Balik ke pembicaraan saya dengan teman saya ini.

Jadi apa sih mimpi lo? (kata saya ke teman saya).

Mimpi dia adalah menjadi salah satu designer kebijakan pertahanan Indonesia. Idealismenya, tanpa tidak mempertimbangkan berapa banyak langkah yang harus dia ambil untuk melewati pejabat-pejabat korup yang tidak bisa membedakan antara Softcopy dengan Software. (Berdasarkan pengalaman pribadi kunjungan kampus ke Departemen pertahanan Indonesia).

Dengan Passion, dia dapat bekerja ditempat dia bisa terus belajar untuk menganalisis, dimana dia dapat terus mengasah kemampuan analisisnya.

Terus belajar. Kedua kata ini membuat saya berfikir. Saat saya harus memilih jalur pekerjaan yang sebentar lagi saya hadapi ini, saya ingin melakukan sesuatu yang saya sukai, passion saya, dimana saya dapat terus belajar, dan menjadi diri saya sendiri. (Pastinya disaat sukses nanti saya terkenal dan temenan sama artis-artis, hahaha)

Mimpa-mimpi. Lulus dulu vi! Hahahaha

Apr 22, 2011

Saya duduk menatap folder dengan nama skripsi di depan layar laptop. Mouse digerakan menjauh, menuju google chrome. Membuka sebuah blog yang sudah 2 tahun tidak di upload. Saya berada diantara dengan sejuta kepala yang menjadi penggemarnya, mungkin klise. Saya belum pernah berbicara dan bertukar pikirang secara langsung, tapi seringkali kita merasa begitu menggenal seseorang lewat tulisanya. Saya kagum sekali dengan orang ini.


Sekitar tahun 2001, peranya sebagai seorang anak tukang jamu tidak kalah dengan aktor senior christine hakim. Saya masih duduk di bangku smp, merasa film itu begitu gelap. Tahun berikutnya saya seperti remaja pada saat itu rasanya tersedot dalam dunia percintaan dan persahabatan seperti yang dia perankan. Sedikit perasaan kagum rasanya melihat karyanya. Saya terus mengikuti jejaknya sebagai aktris indonesia, berbagai macam peran kemudian ia mainkan. Namun kekaguman saya hanya sebatas itu saja. Aktor dan aktris adalah pemain peran, dan saya hanya terhanyut dengan peran yang ia mainkan. Namun dia aktris yang hebat.

Di tahun 2008, dia mulai menuangkan tulisanya dalam sebuah blog. Lagi-lagi saya adalah sejuta kepala yang membaca blognya. Saya memutuskan hanya menjadi seorang pembaca dan meninggalkan kolom comment. Rasanya saya begitu memahami orang ini lewat tulisanya. Kecintaanya dengan industri perfilman menjelaskan mengapa ia disebut "aktris yang pilih-pilih film", sayang sekali saya tidak sempat melihat karyanya yang bercerita tentang mahabrata. Tulisan-tulisanya mencerminkan keintelektualanya dan menjelaskan pada akhirnya dia itu sepertihalnya rakyat Indonesia pada umumnya.

Beberapa minggu terakhir, saya kembali melihat koleksi film indonesia di lemari. Saya duduk di depan tv dan melakukan movie marathon seperti biasanya. Rasanya seperti "tak" saya kembali menyadari betapa brilianya seorang individu di depan mata saya ini. Satu kata "flawless". Saya semakin mengerti bahwa membutuhkan dedikasi yang begitu besar untuk menjiwai seseorang karakter dalam suatu film dan dia melakukanya dengan sangat baik.

Saya begitu iri dengan teman seangkatan saya di kampus yang pernah meluangkan waktu liburan denganya. Saya iri kepada teman saya karena waktu yang dia habiskan bersama orang ini. Saya tidak butuh tanda tangan, atau foto bersama. Saya ingin mengobrol, berbincang-bincang, dan bertukar isi kepala. Selama ini selain film-filmnya, blog-nya lah yang memberikan dunia kesempatan untuk melihat isi kepalanya. Kepala aslinya.


Dari tulisanya, saya dapat merasakan mimpinya, kecintaanya, kekagumanya, dan ambisinya. Dari tulisanya saya berbagi mimpi, berbagi ambisi. Darisana muncul perasaan kagum yang begitu besar. Darisana muncul semangat saya untuk bisa seperti dia. Bukan menjadi pemain film, tapi menjadi individu yang berhasil dengan melakukan apa yang ia suka. Berhasil mewujudkan keberhasilan dari passion-nya. Ingin sekali saya bertanya dan berdiskusi akan sejuta pemikiran yang ia tuangkan dalam tulisanya. Ingin sekali saya menjabat tanganya dan berkata, "mbak sudah menggerakan saya". Suatu saat pasti. Harus.




Indeed a huge worship to DPS


Apr 18, 2011

mimpi dan film

Setiap orang pasti mempunyai sumber inspirasi masing-masing, seperti teman, pacar, lagu, orang tua dan sebagainya. Saya melakukan banyak hal yang saya sukai sejak kecil, musik, menggambar, menulis, dan nonton film. Namun itu semua menyebabkan saya tidak mempunyai hobi tetap seperti layaknya anak-anak lainya yang tekun les piano atau menyanyi. Mungkin untuk saya, sekedar bisa membaca not balok dan memainkan lagu-lagu kesukaan saya itu sudah cukup.

Buat saya, buku dan film merupakan sebuah sumber inspirasi dan imajinasi. Sejak kecil saya senang sekali nonton berbagai macam film dan membaca berbagai jenis buku bacaan. Sebagai anak kecil mungkin bukan jamanya untuk nonton MacGyver tapi sejak dulu saya sudah curi-curi nonton serial detektif yang dulu sering diputar di RCTI. Kesukaan menonton film orang dewasa sejak kecil tidak membuat saya membenci film kartun, Power Rangers dan Kamen Rider atau jaman dulu namanya Baja Hitam menyita kehidupan masa kecil saya.

Saya pun baru sadar dan tidak merasa terlambat menyadari betapa saya menyukai film. Saya menyimpan kekaguman yang begitu besar, tidak kepada George Lucas atau Steven Spielberg, tapi kepada Mira Lesmana, Rudi Soejarwo, Nia Dinata dan Riri Riza. Pada saat menulis tulisan ini, saya sedang lari dari tugas akhir saya sebagai mahasiswi Hubungan Internasional. Rasanya ada sedikit perasaan menyesal mengapa saya tidak kuliah di jurusan perfilman atau screenwriting. Beberapa kali saya membuat film-film pendek untuk tugas SMA dan kuliah dan rasanya seperti Hint bagi saya bahwa apakah itu merupakan passion saya selama ini.

Bagi saya, Petualangan Sherina merupakan salah satu kebangkitan dari Industri Film Indonesia dan pertama kalinya saya mengagumi para tokoh perfilman Indonesia. Saat itu saya duduk di kelas 5sd, mungkin saat itu saat pertama kali saya merasa seperti diajak masuk dan merasakan seluruh petualangan sherina dan derby. Kedengaranya mungkin sangat klise dan kacangan, bahwa banyak sekali anak SD pada jaman itu yang kemudian mengeluelukan nama Sherina dan Derby, serta membeli berbagai macam pernak-pernik film tersebut. Lalu beberapa bulan kemudian poster, cd, mug, dan lainya tersebut sudah tertinggal dibawah tempat tidur karena euphoria akan film tersebut lama-lama hilang. Petualangan Sherina seperti menyuarakan imajinasi saya pada saat itu, perasaan menggebu-gebu dan kegembiraan pada saat menonton film itu sampai sekarang masih dapat saya rasakan.

Tahun 2002, tahunya saya duduk di bangku SMP dan tahunya Ada Apa Dengan Cinta. Film dengan setting-an sekolahan menyedot berjuta-juta penonton remaja pada saat itu. Tambah banyak remaja yang membuat buku-geng seperti Cinta, Alya, Maura, Carmen, dan Milly. Baru-baru ini saya kembali menonton "Ada Apa Dengan Cinta?", saya sadar betapa lucu kedengaranya dialog pada film ini, betapa lucunya "buku curhat" yang pada saat itu menjadi acuan hidup para ABG dan gengnya. Peran para aktor dan aktris di film ini sangat menentukan keberhasilan "Ada Apa Dengan Cinta?". Film ini merupakan debut aktris dan aktor papan atas seperti Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo. Aktor dan Aktris merupakan elemen penting selain sutradara dan produser dalam pembuatan sebuah film, Dian Sastro dan Nicholas Saputra seperti sebuah simbol kesuksesan "Ada Apa Dengan Cinta?". Satu hal lagi yang cukup fenomenal dari film ini adalah arasemenya, ini adalah karya terbaik Melly Goeslaw dalam membuat arasemen sebuah film. Saya tidak bosan menonton karya Mira Lesmana, Riri Riza, dan Rudi Soejarwo yang satu ini.

Cin(t)a, saya menonton film ini pada saat duduk di bangku kuliah. Mungkin banyak yang melihat film ini sebagai film klise low budget dengan pemain yang tidak terkenal. Namun menurut saya, film ini menyimpan berbagai macam pesan. Tidak hanya mengekspose hubungan perbedaan agama. Rasanya ingin sekali saya menyalami sutradara film ini dan meminta dia terus berkarya. Film ini pada dasarnya bercerita tentang hubungan cinta pemuda keturunan cina dengan seorang perempuan jawa. Tidak hanya mengangkat konflik perbedaan agama, film ini menyampaikan sebuah ikatan kultur di Indonesia yang masih sangat kental dan diskriminasi yang terjadi di Indonesia kepada ras-ras tertentu. Mungkin film ini tidak begitu terkenal karena akhirnya yang tidak "Happy Ending", namun film ini cukup menggambarkan bagaimana perasaan seorang pemuda warga keturunan Cina yang begitu mencintai negrinya dan merasakan bagaimana di Indonesia pada saat itu sulit bagi warga keturunan untuk mendapatkan hak pendidikan dan perlakuan yang sama.

Perempuan Punya Cerita dan Berbagi Suami, film yang menceritakan tentang kehidupan perempuan Indonesia. Karya Nia Dinata dengan sutradara-sutradara berbakat lainya selain film-film menarik dengan cerita unik favorit saya, Janji Joni, Arisan, Biola tak Berdawai, dan Ca Bau Kan.

Terlalu banyak film Indonesia yang sangat menarik dan banyak lagi yang tidak menjadi favorit pasar, akhirnya masyarakat luas pecinta film tidak semuanya dapat menikmati karya tersebut. Betapa banyak elemen yang berperan dalam sebuah film, dan betapa besarnya keinginan saya untuk bisa berperan membuat film yang berkualitas di Indonesia lalu memberikan inspirasi sebagaimana saya telah terinspirasi oleh film-film Indonesia.


Jan 28, 2011

Gadis-gadis C72; Kakak Aussy, Kak Nana, Inayah, Reina, Via, Hanum, Glendia, Stela, dan Deviana. Kalian adalah orang-orang tergila dan terheboh yang pernah saya kenal. 3,5 tahun bersama kalian adalah waktu paling menyenangkan yang pernah kita gue lewatin. Momen-momen bareng kalian gak akan pernah bisa dilupain; tuker kado, karoke, ulang tahun, jalan-jalan. Betapa senangnya gue karena kenal kalian; orang-orang yang akan terus menyemarakan hidup gue sampe tua dan keropos nanti.

Apa sih yang terlintas di benak kalian waktu mendengar kata kosan? Mungkin buat kalian yang belum pernah dan nantinya akan merasakan berbagi kamar mandi, dapur, bahkan kamar kalian dengan orang lain, buatlah senyaman mungkin. Kosan buat gue adalah rumah. Bahkan kadang menjadi sulit membedakan kenyamanan dengan rumah yang asli. Kurang lebih dari 3 tahun yang lalu gue memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Bandung, dengan segala macam perintilan dan ini itu terhentilah pilihan tepat pada rumah bernomor 72 di Jalan Raya Ciumbuleuit. Tepat dimana angkot warna ijo sering bolak balik. :p

Kosan yang bentuknya mirip rumah kungfu hustle ini sukses jadi saksi bisu para mahasiswa tahun pertama yang kebetulan masuknya bak bedol desa pada tahun 2007. Tahun pertama untuk para mahasiswa baru, apalagi mereka yang datang dari luar kota semuanya serba meraba-raba. Kuliah, nilai, tempat makan, teman2, dan masih banyak hal lainya. Sukses datang dari kota yang berbeda, gue, Inay, Devi, dan Dinda ternyata mengambil jurusan yang sama.

Di rumah ini banyak sekali kenangan haha-hihi sampai huhuhu. (naon) disini, gue menemukan orang bodoh yang merasa suaranya punya gelombang supersonik berkekuatan 2MB *emang flash disk!* yang bisa memusnahkan tikus.


Juragan Cirebon yang memuja primbon dan kartu tarot.


Wanita yang mengklaim di jidatnya sendiri terdapat sumber uranium untuk bahan baku bom nuklir.


Cewek batak-sunda yang suaranya bak kaleng rombeng


Arek suroboyo yang puitis dan seneng joget India


Senior yang sering di bully


dan Senior-senior yang dituakan

Tahun pertama bergulir dengan cepat, lagi-lagi kosan menjadi saksi bisu ketika para mahasiswa tahun ajaran baru masuk dan muncul tradisi penganiyayaan pada hari ulang tahun. Biasanya sulit untuk lama menetap dalam satu kosan, karena berbagai macam jenis kosan dan dengan mudahnya mahasiswa pindah dari kosan 1 ke kosan lainya. Di tahun2 awal keinginan untuk pindah sering kali datang, tapi dengan sendirinya pergi.

Gue sering berfikir, kalo aja ada yang mau menuliskan segala macam yang terjadi di kosan ini, dan menceritakanya dengan baik, pasti akan menjadi buku yang menarik. Tahun kedua mahasiswa jurusan hubungan internasional menjadi mahasiswa yang sangat sibuk, dengan berbagai macam kepanitiaan dan kegiatan pulang ke kosan sering hanya menjadi tempat tidur dan mandi. Selagi di kosan ini pakai air panas jadi bukan masalah untuk mandi pagi2 atau tengah malam. Air panas ini yang gue bilang salah satu keunggulan kosan 72 hahaha

Kosan ini menganut sistem bebas-bertanggung jawab, artinya bebas pulang jam berapa aja asal di gembok. Dulu sebelom rumah ibu kosan monitor komputernya digondol maling, kalau sudah lewat dari jam 11 malam (jam malam) penghuni kosan bisa dengan mudah lompat pager. Lumayan selama setahun-dua tahun melatih skill jadi maling. Latihan maling pun berhenti setelah pagar depan dipasang kawat maling yang tingginya sampai 15 cm. Sirna sudah harapan untuk tidur di kamar sendiri kalau pager sudah digembok, kecuali sudah kongkalikong sama temen yang di dalem. Disini juga kita melatih skill-komunikasi (HALAH)

Pertengahan tahun geng kosan sempat dilanda krisis air, karena pompa kosan konselet. Pada saat itu gue tau betul kapan mesti mandi dan kapan pakai deodoran yang banyak. Hahaha untuk sementara kita harus bergantian mandi di rumah depan. Akhir tahun kedua bergabunglah teman sejawat dan sejurusan yang sukses pindah kesebelah kamar gue. Akhir tahun kedua ini pula kosan sempet dilanda mati lampu karena sekring kosan bebanya terlalu tinggi. Maka seringkali kita hidup dalam kegelapan di beberapa saat.

Sulit untuk melihat kebelakang dan bercerita, karena banyak sekali hal-hal yang pengen gue ceritain, Malah terlalu banyak dan sangking banyaknya akhirnya gue gatau harus mulai dari mana. HAHA hari ini tanggal 28 Januari 2011, seorang rekan sejawat seperjuangan di kosan ini rekan yang masuk bedol desa bersama, melewati berbagai malam begadang polgas sambil koyoan dan tolak-anginan, rekan yang sempat gue salahkan akan kesialan yang menimpa gue, rekan yang statusnya paling sering dibajak namun tetap tidak berdaya untuk membalas dengan setimpal, rekan yang udah seperti sodara buat gue dan yang lainya akhirnya resmi menjadi SIP.

Akhirnya gue sampai di penghujung tahun terakhir menjadi mahasiswa, lucu kalau melihat para mahasiswa tahun pertama dan kedua dengan euphoria mereka. Sedangkan para mahasiswa tahun terakhir sibuk bergelit dengan skripsi dan dilema mau dibawa kemana ilmu ini?

Mungkin dilain kesempatan gue bisa nulis tentang berbagai cerita yang ada di kosan tercinta ini haha karena kurang lebih sekarang gue ngantuk! Kembali kepada quote yang gw kutip notes teman sejawat gue yang sudah jadi SIP itu, memang terlalu banyak momen yang ada disini, dan gue merasa sangat beruntung menjadi salah satu yang bisa mengalaminya.

“You have four years to be irresponsible here. Relax. Work is for people with jobs. You’ll never remember class time, but you’ll remember time you wasted hanging out with your friends. So, stay out late. Go out on a Tuesday with your friends when you have a paper due Wednesday. Spend money you don’t have. Drink ’til sunrise. The work never ends, but college does…”

Dec 16, 2010

Bedtime stories


Budapest, Hungary

It’s been an unremarkable journey. I left Jakarta and all the co

lleges issues behind. This is what i needed at a time, A welcome break. I got to the Soekarno Hatta Airport far too early this morning and lingered comfortably in the of international air terminal. An hour hop to Singapore. But the long journey is up ahead.

On my 14 hours flight, i was sit next to another indonesian. Praising god i could just talk to him while i’m acrophobing. It wasn’t a great flight at all, i was too nervous so i can’t sleep nor reading books. I stretched out my legs and easily hit the front chair. I hate all European Airlines with their narrow hallway and chair spaces. That poor boy, was abuse by me to talk during the cross regions flight.

I growling and stretching my body on the bed, wondering almost 10 hours ago i was checking my flight gate at Frankfurt International Airport, which somehow get me pretty shock of this hundreds of gates in this very big airport. One thing came up to my mind is “missing” my flight. Funny how i always had this insecurity problems even though its secure.

Its the 40th gate on the opposite terminal from my arrival gate. I passed through closed stores and empty hallway with heavy backpack and sleepy eyes to reach the gate.

The gate was still empty, and yes i was 2 hours earlier. I put my backpack and i put myself on the airport couch. I was too tired to do anything except watching people passing me.

Later on, a 20 something women finally sit behind me after asking whether this is a right gate or not, and finally i break the ice. She’s 30s Hungarian whom spent her last 4 years in New York and actually she broke all my dreams about How Cool Big Apple is. She told me how mean the new yorkers and how individually-centric are they, this is also about how is she getting pregnant with a new yorker and the guy wanted a break up. I get that, she’s mad, cause living in those concrete jungle doesn’t seems turn into what she’s dreaming of. Especially the preggos part.

There was random-Asian-check at Ferihegy immigration. Couples of Asian way ahead me was be told to open up their luggages. My new local fella was saving my ass that day, i was saved cause i was travelling with locals. There is paperwork to fill. I attach a passport photo and

put my signature on the dotted line. I hand in my form to the uniformed official whom peers at it. I pass my passport over to him, then watch in some dismay as, mumbling in Hungarian with not even a friendly glance, he hands it back to me. I was passed. The Indonesian couple were waiting outside Ferihegy, i put my baggage to the car while waving and changing email to my local fella.

I was too jacked to sleep after the flight, here i am lying on the bed on the Indonesian couple apartment. I feel my body like a paper jamming, tensions. Hard to explain. I sit on the bed and i can see Duna through windows on 12th floor. It’s just a perfect Sunday eveningbin Budapest.

I stand for some time longer, watching the city from up above, feeling a bit claustrophobic, and agorophobic as the city looks to eats me alive with its oddness and unfamiliarities out beneath the spreading plate-glass vista at my feet. I left a little smudge on the glass, i wrote my name on it while it quickly evaporates as i pull my face back.

I lied down on my bed, my bike trip was slightly play like a slideshow. I rode the bike and drive along by the river, it’s a quite morning. I can feel the wind breeze compromise the sun shine when i pass Szechenyi Chain Bridge. It’s the oldest bridge ever build since 1849. It’s like one of hist

orical left overs which is so old and makes it sophisticated to be photo background. Passing through the Parliamentary Office and City Hall.

I’m fooling around by let this bike moving along in some random blocks. Makes it a round. Round a round without any firm destination. It’s not like i don’t have any places to go,

i just feel like random. My randomness bumped into small open air cafe around Vaci Utca, i parked my bike near the table and i order ice tap water. It’s almost 40 degree that day and i was cycling around under the sun. Nothing feels good than ice water. I was sitting around, ordered ice mint chocolate, watching people come and go.

I feel my eyes grow heavy. Again i lingered on the bed. It’s 2 in the morning after all the evening daydreaming. My eyes have been exposed to long hours of dry weather on the streets, stores, malls and they are finally ready to be rested. My bed is soft. It has four big pillows, which is more than i expected, but I am willing to be creative. I put somewhere bellow my feet, it comforts

my biking tense feet. I realize that despite my reticence to rest, Duna river will still be there in the morning- for better or for worse. I’ll go and stand at the window once again saw the quiet roads and shiny streetlights before i pulled the blanket over myself…




“let the sun thru your window
be as good as you can be
days and hours may pass
no rain on us
not this time”

Dec 13, 2010

Saya tidak suka dipaksa melakukan sesuatu yang orang lain mau.

Saya tidak suka ide dimana saya harus melakukan hal itu karena orang lain ingin saya melakukanya.

Saya akan melakukan sesuatu yang benar2 ingin saya lakukan.


Dec 12, 2010

Saya tidak pindah, saya hanya mecoba menulis ditempat yang baru