Setelah seharian mengerjakan skripsi, literally benar-benar seharian, saya merasa ingin menulis yang lain selain skripsi. Minimnya tidur tadi malam, (cuman sejam) membuat kinerja otak saya seminim pakaian di departemen store bagian dress wanita. Salah-salah typo sering terjadi, tapi kali ini salah tulis dengan makna yang sangat berbeda sungguh fatal akibatnya. Ingin rasa hati ini menuliskan "invasi israel memakan korban" tapi entah kenapa yang ditulis "investasi israel dalam makanan". ------_________--------
Kali ini sebagai pembukaan saya mau bercerita tentang kucing saya. Setiap malam kucing-kucing saya dibiasakan untuk pergi ketoilet sebelum tidur. Agar mereka disiplin dan tidak ber-toiet ria sembarangan di dalam rumah. Malam itu kucing-kucing saya sedang asyik duduk-duduk di taman dalam rumah setelah buang hajat di toilet. Angin sepoy-sepoy udara cerah.
Tiba-tiba sesosok kucing garong yang badanya besar, entah kenapa sukses masuk ke halaman dalam rumah saya. Entah bagaimana caranya. Ini peristiwa kedua kalinya setelah kucing garong (yang sama) itu masuk dan mengagetkan kucing saya yang sedang buang hajat di toiletnya. Alhasil kucing kecil saya yang kaget itu terjerembab dan jatuh menimpa kotoranya sendiri. Kasian...
Kedua kalinya si garong yang berhasil masuk itu sukses membuat kucing-kucing saya kaget (lagi) dan lari terbirit-birit masuk ke dalam rumah. Salah satu kucing saya sekarang sampai tidak mau keluar kamar karena takut.. (Moral dari cerita ini adalah hati-hati kucing garong bisa muncul darimana saja.)

Udang dibalik selimut
Ehem.. Kali ini, lagi-lagi saya terinspirasi dengan pembicaraan saya dan teman saya. (Halo yang disana?!) Saya tidak bermaksut membahas sesuatu yang galau, ini sebenernya ditulis berdasarkan logika (aszek). Sudahkah kalian merasa menemukan seseorang "the one" seperti yang dijadikan inspirasi membuat lagu oleh Maliq? Gila masih mudamudi kali bok udah "the one" aje... Hahaha anyway, saya sangat setuju dengan teman saya, bahwa mungkin disekitar kita tersebar orang-orang cantik dan ganteng yang berkeliaran tanpa pasangan. Tapi pada saat memilih pasangan, perasaan "nyaman" itu harus ada. Nyaman itu seperti lo duduk diatas sofa 20 juta atau selimutan pake selimut pesawat hihihi. Sebenernya buat saya sendiri, kriteria nyaman itu tidak ada. Nyaman itu akan muncul secara random, secara diam-diam tapi pasti. Saya sendiri juga tidak bisa memilih dan membuat rasa nyaman dengan sengaja dan ditujukan pada orang2 tertentu. Sekali lagi rasa itu sangat random...
Saya disini juga ga mau ngasi tips en trik biar bisa nyaman sama gebetan atau kecengan, cuma menurut saya, rasa nyaman itu muncul ketika kita mulai mengenal seseorang. Kenal dalam artian mulai mengenal secara lebih dekat. Bukan cuma sekedar sering stalking di facebook. Mahahaha... Ah sungguh berat rasanya mata ini, berat hati masih banyak yang harus dikerjakan. Seperti yang sekarang saya rasakan, rasa nyaman dengan pacar saya. Sudah lama rasanya saya menghabiskan waktu denganmu... Semoga hubungan kita bisa cepat berakhir dengan bahagia ya skripsi.......





0 comments:
Post a Comment